Fungsi Database dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM)



Metode Pengumpulan Data

1. Manual

Data dikumpulkan secara manual melalui formulir isian, survei, wawancara, dan observasi. Meskipun memakan waktu, metode ini sering digunakan untuk data kualitatif.

2. Otomatis

Data dikumpulkan secara otomatis melalui sensor, perangkat IoT (Internet of Things), dan log transaksi sistem. Metode ini cepat dan efisien untuk data kuantitatif.

3. Sistem Integrasi

Data diambil dari berbagai sistem yang terintegrasi, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), CRM (Customer Relationship Management), dan SCM (Supply Chain Management).


Alat Pengumpulan Data

- Formulir Elektronik

- Scanner dan Sensor

- API (Application Programming Interface)

- Web Scraping Tools


Teknologi Penyimpanan Data

- Database Relasional (RDBMS)

- Database Non-Relasional (NoSQL)

- Data Warehouse

- Cloud Storage


Format Penyimpanan Data

- Format penyimpanan utama dalam database relasional di mana data diatur dalam tabel (kolom dan baris).

- Dokumen JSON/XML digunakan dalam database NoSQL untuk menyimpan data semi-terstruktur.

- File CSV digunakan untuk pertukaran data dalam format yang mudah dibaca manusia.

- Binary Large Objects (BLOBs) digunakan untuk menyimpan data biner seperti gambar, video, dan file lainnya.


Proses Backup Data

- Menyimpan salinan lengkap dari seluruh data yang ada di dalam database. Biasanya dilakukan secara berkala.

- Menyimpan hanya perubahan data yang terjadi sejak backup terakhir, baik full maupun incremental.

- Menyimpan perubahan data yang terjadi sejak full backup terakhir. Ini lebih cepat daripada full backup tetapi membutuhkan lebih banyak ruang daripada incremental backup.


Proses Pemulihan Data

- Mengembalikan data dari backup jika terjadi kehilangan data atau kerusakan.

- Memungkinkan pemulihan data hingga titik waktu tertentu, berguna dalam kasus kesalahan manusia atau kerusakan data spesifik.

- Menyusun rencana pemulihan bencana yang mencakup langkah-langkah pemulihan data dan operasional dalam situasi darurat.


Keamanan Data

- Melindungi data dengan mengubahnya menjadi format yang hanya dapat dibaca oleh pihak yang memiliki kunci dekripsi.

- Menentukan hak akses pengguna untuk memastikan hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses atau memodifikasi data tertentu.

- Melakukan audit secara berkala dan memantau aktivitas untuk mendeteksi dan merespon ancaman keamanan.

- Menggunakan perangkat lunak keamanan untuk melindungi database dari ancaman eksternal seperti malware dan serangan hacker.


Jenis-Jenis Database

1. Relasional (RDBMS)

Database relasional adalah jenis database yang menyimpan data dalam tabel-tabel yang terstruktur. Data dalam tabel-tabel ini saling berhubungan melalui kunci (keys). RDBMS menggunakan SQL (Structured Query Language) untuk mengelola dan memanipulasi data.

• Kelebihan: 

- Menjamin konsistensi dan integritas data melalui penggunaan kunci primer dan kunci asing.

- Menyediakan jaminan transaksi (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability) yang memastikan data tetap akurat dan dapat diandalkan bahkan dalam kondisi kesalahan atau kegagalan sistem.

- Data disimpan dalam tabel dengan skema yang jelas dan terdefinisi, membuatnya mudah untuk dipahami dan dikelola.

• Kekurangan:

- RDBMS dapat menjadi kurang efisien dan sulit diskalakan secara horizontal (menambah server) saat berhadapan dengan volume data yang sangat besar.

- Perubahan skema dapat menjadi kompleks dan memakan waktu karena tabel-tabel harus disesuaikan.

2. Non-Relasional (NoSQL)

Non-Relasional (NoSQL) adalah jenis database yang tidak menggunakan model tabel tradisional. NoSQL dirancang untuk menangani data yang tidak terstruktur atau semi-terstruktur dan untuk skala yang lebih besar. Ada berbagai jenis NoSQL, termasuk dokumen, kolom, key-value, dan graph database.

• Kelebihan

- NoSQL mudah diskalakan secara horizontal, membuatnya cocok untuk aplikasi dengan volume data besar dan pertumbuhan yang cepat.

- NoSQL tidak terikat pada skema yang kaku, memungkinkan perubahan data yang lebih mudah dan cepat.

- NoSQL seringkali lebih cepat dalam operasi baca/tulis tertentu karena tidak harus mengikuti aturan ketat yang ada pada RDBMS.

• Kekurangan

- NoSQL sering kali mengorbankan konsistensi data untuk mencapai skalabilitas dan kinerja tinggi, mengikuti prinsip BASE (Basically Available, Soft state, Eventually consistent) daripada ACID.

- Karena terdapat berbagai jenis NoSQL, masing-masing dengan arsitektur dan query language yang berbeda, memerlukan pembelajaran yang lebih mendalam dan spesifik.


Contoh-Contoh Platform Database Populer

1. MySQL (Relasional)

MySQL adalah RDBMS open-source yang populer dan banyak digunakan. Dikembangkan oleh MySQL AB dan sekarang dimiliki oleh Oracle Corporation.

• Kelebihan

- Memiliki komunitas yang besar dan aktif, serta banyak dokumentasi dan sumber daya.

- Cocok untuk aplikasi web dan sistem transaksi karena stabilitas dan kinerjanya yang baik.

- Digunakan oleh banyak aplikasi web, termasuk WordPress, Joomla, dan Drupal.

2. PostgreSQL (Relasional)

PostgreSQL adalah RDBMS open-source yang dikenal karena fitur-fiturnya yang canggih dan kepatuhannya terhadap standar SQL.

• Kelebihan

- Mendukung berbagai tipe data, fungsi yang dapat ditentukan pengguna, dan ekstensi.

- Menawarkan transaksi ACID yang kuat, cocok untuk aplikasi yang memerlukan konsistensi data yang tinggi.

- Digunakan dalam aplikasi yang memerlukan kemampuan pemrosesan data yang kompleks, seperti analitik dan geospasial.

3. MongoDB (Non-relasional)

MongoDB adalah database NoSQL dokumen yang menyimpan data dalam format BSON (Binary JSON).

• Kelebihan

- Tidak memerlukan skema tetap, memudahkan untuk menyesuaikan struktur data saat aplikasi berkembang.

- Mendukung sharding (pemecahan data ke beberapa server) untuk skala yang lebih besar.

- Digunakan dalam aplikasi yang memerlukan penyimpanan data yang fleksibel dan cepat, seperti aplikasi real-time, analitik, dan big data.

Posting Komentar